Mom, Dad.. Maybe i just can say this annoying things by blog.
I don't know who am i really.
I don't know what is love.
I don't know my feeling anymore.
I'm different, mom, dad.
i have try, but i think i can't and i won't ..
Because i don't want to hurt someone who really love me.
I know what is hurt really
Every single part of my heart broken slowly
why this tears come out when i learn to ikhlas
Many annoying things in my mind alter ego
i want my self back
But it is difficult, i really don't know how to continue this story.
I'm crying a lot mom, dad.
I always dissapointed with my self and another me.
Mom, dad... Please!!
Trust me, I'll be back..
I will make you proud of my true self.
I have to find my self officially
Keep prays and try to raise when i fall
The confession of my heart is about i miss you so much mom, dad.
I know you show me, your best thing in my life
I know you give me everything that i need
I know the time make us separate but believe me i just need alone
I know this blog things so sucks, i use english, many words, too much, etc..
Okay let's go to the point.
Sorry if i completely hidden from earth surface,
I'm hummiliating my self and you as my parents.
I love someone mom, dad.
Someone hurt me mom, dad.
I'm not okay mom, dad.
I want to crying on your shoulder mom, dad.
Please hug me mom, dad.
I just want to see the perfect family like they have.
I can't remember when we go to somewhere and happy-ing then laugh together.
I believe with اَللّه , اَللّه have a plan and happy ending in our family.
Sorry I'm complining now.
Mom, dad, why you never believe me?
Mom, dad, why you never give me a hug when i feel lonely?
Mom, dad, where have you been when i want to tell i love someone and someone hurt me a lot then i cry?
Mom, dad, which am i really?
Mom, dad, what are you doing?
Mom, dad, are you feeling what i feel?
Mom, dad, do you have time for me?
Mom, dad, I'm sickin tired of my life now.
Mom, dad, why are they make a revenge on me?
Mom, dad, why you didn't kill me since me in baby?
Mom, dad, i was raped by someone in 2010, do you know that?
Mom, dad, i always thinking about you.
Mom, dad, i hate being like this, man in the woman's feeling or woman in the man's body. I'm stuck.
Mom, dad, let me go.
Mom, dad, thanks for make me life until now.
Mom, dad, you teach me how can understand about the different really are.
Mom, dad, help and save me with your prays and support.
Mom, dad, don't forget to say thanks each other and give the warm kiss each other too.
See you, in the next blog.
Love you mom, dad or dad, mom.
Don't fight because that's just word.
(˘⌣˘)ε˘`) ( ”˘)зε(˘` ) ( ◦˘ З(◦'ںˉ◦)
Jumat, 11 Mei 2012
Selasa, 10 April 2012
Dunia kedua
Membeli sebuah rahasia
Memberi cerita hati
Gemuruh tubuh tak ingin tersentuh
Banyak tuntutan penyelesaian perihal tak menyenangkan
Seakan tercengkram kuat hingga tiada arti bernafas pun
Awan masih tampak putih
Sajak-sajak itu akan mengguncang setiap ranting-ranting sampai akar
Dan bunga takkan beraroma lagi
Ketakutan menyimpan rasa rindu akan dalil tuhanku
Rasanya seperti tersalib dan terhunus oleh pedang semesta
Pengorbanan seorang pendosa tak cukup menebus semua
Kebebasan tak cukup jelas keberadaan nya
Hadir dalam relung-relung kesedihan penuh penantian diri
Penyerahan hati serta jiwa dalam kedermawanan penuh keyakinan
Sayap-sayap nya tersembunyi di balik keegoisan
Tersenyum atau menghina?
Memasuki angan-angan yang sekejap melebur menjadi bubur
Tak ada nasi
Menyingkir jauh dari jalannya cinta tak berarah
Kini seperti telanjang tanpa sarana apapun selain melodi kesepian menyelimuti
Tak cukup untuk mengalami penderitaan pada pemahamanmu
Teteskanlah air mata dan darah
Aduk dan minum lah
Rasakan pahit, pedih dan perih terolah di kala senja dengan keikhlasan nya
Pemikiran tua serta pengikutnya merenungkan arti dari lubang-lubang hati yang menyesakkan jiwa
Terlelap hingga senja dipelupuk mata menjadi gambar akhir dari dunia nyata
Kebahagiaan di dunia tidak terlihat
Memberi cerita hati
Gemuruh tubuh tak ingin tersentuh
Banyak tuntutan penyelesaian perihal tak menyenangkan
Seakan tercengkram kuat hingga tiada arti bernafas pun
Awan masih tampak putih
Sajak-sajak itu akan mengguncang setiap ranting-ranting sampai akar
Dan bunga takkan beraroma lagi
Ketakutan menyimpan rasa rindu akan dalil tuhanku
Rasanya seperti tersalib dan terhunus oleh pedang semesta
Pengorbanan seorang pendosa tak cukup menebus semua
Kebebasan tak cukup jelas keberadaan nya
Hadir dalam relung-relung kesedihan penuh penantian diri
Penyerahan hati serta jiwa dalam kedermawanan penuh keyakinan
Sayap-sayap nya tersembunyi di balik keegoisan
Tersenyum atau menghina?
Memasuki angan-angan yang sekejap melebur menjadi bubur
Tak ada nasi
Menyingkir jauh dari jalannya cinta tak berarah
Kini seperti telanjang tanpa sarana apapun selain melodi kesepian menyelimuti
Tak cukup untuk mengalami penderitaan pada pemahamanmu
Teteskanlah air mata dan darah
Aduk dan minum lah
Rasakan pahit, pedih dan perih terolah di kala senja dengan keikhlasan nya
Pemikiran tua serta pengikutnya merenungkan arti dari lubang-lubang hati yang menyesakkan jiwa
Terlelap hingga senja dipelupuk mata menjadi gambar akhir dari dunia nyata
Kebahagiaan di dunia tidak terlihat
Cemas atau Khawatir kah ini?
Melalui hari-hari ditempat persembunyiaan yang sesak akan penat
Malam tiba-tiba menggigil tanpa sebuah cerita dongeng
Terjaga dengan seluruh pikiran
Sakit
Belum sembuh
Mencoba lepaskan dari beranda diri
Membuang jauh-jauh setiap angan tercipta secara sadar dari detik, menit, bahkan jam
Menjelang pagi sinar nya tak nampak bagai tubuh dibalut pakaian
Tertutup
Terbuka
Menangisi rasa rindu tiba-tiba
Mengikat kuat dan tenggelam pada bejana berisi harapan
Hanya secerca namun berharga
Kembali pada ingatan
Terulang pada masa-masa
Takut arti dari cemas
Takut arti dari khawatir
Mana yang tepat?
Semua memilih dan terdapat pilihan
Perlahan tapi pasti jawaban itu muncul mengapung dari balik kerongkongan penuh kehampaan
Dan segera tenggelam dan menghilang
Malam tiba-tiba menggigil tanpa sebuah cerita dongeng
Terjaga dengan seluruh pikiran
Sakit
Belum sembuh
Mencoba lepaskan dari beranda diri
Membuang jauh-jauh setiap angan tercipta secara sadar dari detik, menit, bahkan jam
Menjelang pagi sinar nya tak nampak bagai tubuh dibalut pakaian
Tertutup
Terbuka
Menangisi rasa rindu tiba-tiba
Mengikat kuat dan tenggelam pada bejana berisi harapan
Hanya secerca namun berharga
Kembali pada ingatan
Terulang pada masa-masa
Takut arti dari cemas
Takut arti dari khawatir
Mana yang tepat?
Semua memilih dan terdapat pilihan
Perlahan tapi pasti jawaban itu muncul mengapung dari balik kerongkongan penuh kehampaan
Dan segera tenggelam dan menghilang
Selasa, 13 Maret 2012
Rindu Rasa
Hari ini mungkin hari terberat.
Rindu itu menggerogoti tubuhku lagi.
Rindu itu menempel erat tak ingin lepas.
Rindu itu menjadi bulir-bulir yang menetes dari pelupuk mata.
Rindu itu menusuk-menusuk jantung.
Rindu itu menipu setiap langkahku.
Rindu itu menghambat.
Rindu itu tidak setengah mati.
Rindu itu sungguh hidup di dalam aliran darah ini.
Rindu itu selalu tertahan.
Rindu itu tak terungkap.
Rindu itu tak menjawab.
Rindu hanya rindu yang selalu menyerang tiba-tiba entah lewat darah dia akan melambat untuk mengantarkan darah ke otak sehingga tak dapat berpikir selain memikirkan nya,
Atau Rindu akan memeras jantung dan membuatnya berdetak lebih cepat dibanding pesawat jet yang hanya untuk membuat kita salah tingkah.
Perih
Pedih
Sakit
Lemah
Lelah
Perasaan itu tak boleh digunakan katanya
Perasaan itu tidak berguna kala itu katanya lagi
Perasaan itu hanyalah kebodohan yang menjerumuskan kita kepada jurang kelemahan dan pada ketidakpastian
Perasaan itu kental adanya
Perasaan itu dalam
Perasaan itu pasti terasa sakit
Perasaan itu hanya indah dalam beberapa saat
Perasaan itu terlalu
Perasaan itu selalu berubah
Perasaan akan tetap merasakan lelah dan menjadikan sakit
Menggunakan perasaan tidaklah salah namun perasaan tidak pernah siap untuk merasakan sakit walau yang sakit bukan perasaan namun pikiran.
Pikirkan baik-baik jika tidak bermain rasa akankan pikiran kita sakit, namun tidak salah jika anda ingin sakit seperti saya.
Saya tidak tahu kapan sakit ini akan sembuh kapan pikiran saya akan sehat lagi!
Kapan bulir-bulir di pelupuk mata itu berhenti menetes?
Kapan rindu ini tidak menyergap secara tiba-tiba dan melemahkan syaraf otak kiri?
Kapan saya berhenti menulis kesedihan seperti ini?
Ternyata bukan hanya hari ini yang terberat, kemarin juga berat, kemarin lusa lebih berat, namun pikirkan lah apakah besok aku sudah terbiasa pada semua keadaan ini.
Dan aku masih bertahan untuk menantimu.
Rindu itu menggerogoti tubuhku lagi.
Rindu itu menempel erat tak ingin lepas.
Rindu itu menjadi bulir-bulir yang menetes dari pelupuk mata.
Rindu itu menusuk-menusuk jantung.
Rindu itu menipu setiap langkahku.
Rindu itu menghambat.
Rindu itu tidak setengah mati.
Rindu itu sungguh hidup di dalam aliran darah ini.
Rindu itu selalu tertahan.
Rindu itu tak terungkap.
Rindu itu tak menjawab.
Rindu hanya rindu yang selalu menyerang tiba-tiba entah lewat darah dia akan melambat untuk mengantarkan darah ke otak sehingga tak dapat berpikir selain memikirkan nya,
Atau Rindu akan memeras jantung dan membuatnya berdetak lebih cepat dibanding pesawat jet yang hanya untuk membuat kita salah tingkah.
Perih
Pedih
Sakit
Lemah
Lelah
Perasaan itu tak boleh digunakan katanya
Perasaan itu tidak berguna kala itu katanya lagi
Perasaan itu hanyalah kebodohan yang menjerumuskan kita kepada jurang kelemahan dan pada ketidakpastian
Perasaan itu kental adanya
Perasaan itu dalam
Perasaan itu pasti terasa sakit
Perasaan itu hanya indah dalam beberapa saat
Perasaan itu terlalu
Perasaan itu selalu berubah
Perasaan akan tetap merasakan lelah dan menjadikan sakit
Menggunakan perasaan tidaklah salah namun perasaan tidak pernah siap untuk merasakan sakit walau yang sakit bukan perasaan namun pikiran.
Pikirkan baik-baik jika tidak bermain rasa akankan pikiran kita sakit, namun tidak salah jika anda ingin sakit seperti saya.
Saya tidak tahu kapan sakit ini akan sembuh kapan pikiran saya akan sehat lagi!
Kapan bulir-bulir di pelupuk mata itu berhenti menetes?
Kapan rindu ini tidak menyergap secara tiba-tiba dan melemahkan syaraf otak kiri?
Kapan saya berhenti menulis kesedihan seperti ini?
Ternyata bukan hanya hari ini yang terberat, kemarin juga berat, kemarin lusa lebih berat, namun pikirkan lah apakah besok aku sudah terbiasa pada semua keadaan ini.
Dan aku masih bertahan untuk menantimu.
Kamis, 02 Februari 2012
Cahaya Hati By. Opick
Allah dekat, penuh kasih sayang
Allah takkan pernah membiarkan hambanya menangis
Karena kemurahan dan kasih sayang nya
Hanya bila dirimu ingin menyatakan cinta pada jiwa yang rela menjadi kekasihmu
Allah selalu terjaga dan memberi segala
Allah Yang Maha Pemurah
Allah Yang Maha Pengasih
Allah Yang Maha Penyayang
Allah Yang Maha Pengampun
Allah Cahaya hati ku
Setiap nafas, waktu dan doa semua memuji mu dan menyebut asma mu ya Allah ya Tuhanku
Allah Yang Maha Pemurah
Allah Yang Maha Pengasih
Allah Yang Maha Penyayang
Allah Yang Maha Pengampun
Allah Cahaya hati ku
Seluruh makhluk bergantung segala padamu
Seluruh makhluk bersujud semesta untukmu
Setiap wajah mendamba cinta mu dan cahaya mu
Allah Yang Maha Pemurah
Allah Yang Maha Pengasih
Allah Yang Maha Penyayang
Allah Yang Maha Pengampun
Allah Cahaya hati ku
Ya Allah terangi lah hati dan pikiran ku
Ya Allah jadikan lah cinta ku kekal untukmu satu
Ya Allah berikanlah aku satu kehidupan tanpa kesia-siaan
Ya Allah jangan luput pandanganmu dari diriku
Ya Allah kuatkan lah aku untuk menunggu satu cinta dari mu
Terimakasih ya Allah S.W.T atas hari ini, esok dan kemarin
Aku mencintainya ya Allah
berikanlah rahmat dan restu mu pada ikatan yang semakin jauh ini agar kami menjadi dekat
Allah takkan pernah membiarkan hambanya menangis
Karena kemurahan dan kasih sayang nya
Hanya bila dirimu ingin menyatakan cinta pada jiwa yang rela menjadi kekasihmu
Allah selalu terjaga dan memberi segala
Allah Yang Maha Pemurah
Allah Yang Maha Pengasih
Allah Yang Maha Penyayang
Allah Yang Maha Pengampun
Allah Cahaya hati ku
Setiap nafas, waktu dan doa semua memuji mu dan menyebut asma mu ya Allah ya Tuhanku
Allah Yang Maha Pemurah
Allah Yang Maha Pengasih
Allah Yang Maha Penyayang
Allah Yang Maha Pengampun
Allah Cahaya hati ku
Seluruh makhluk bergantung segala padamu
Seluruh makhluk bersujud semesta untukmu
Setiap wajah mendamba cinta mu dan cahaya mu
Allah Yang Maha Pemurah
Allah Yang Maha Pengasih
Allah Yang Maha Penyayang
Allah Yang Maha Pengampun
Allah Cahaya hati ku
Ya Allah terangi lah hati dan pikiran ku
Ya Allah jadikan lah cinta ku kekal untukmu satu
Ya Allah berikanlah aku satu kehidupan tanpa kesia-siaan
Ya Allah jangan luput pandanganmu dari diriku
Ya Allah kuatkan lah aku untuk menunggu satu cinta dari mu
Terimakasih ya Allah S.W.T atas hari ini, esok dan kemarin
Aku mencintainya ya Allah
berikanlah rahmat dan restu mu pada ikatan yang semakin jauh ini agar kami menjadi dekat
Rabu, 01 Februari 2012
Rasa
Rasa ini melekat erat seperti duri tajam yang menusuk menembus daging tubuhku. Berpura-pura tak merasakan sakit sesungguhnya pedih hingga ke puncak kepala tiada terkira. Berusaha untuk menguatkan hati dan menegarkan diri. Tak bisa, aku kalah pada rasa.
Dia tak pernah mau merasakan sakit namun dia membuat luka di dada. Dia tak pernah ingin mendengarkan embun yang jatuh kala subuh namun dia selalu tertawa. Dia enggan membuka kedua matanya namun dia selalu menulis tentang cinta. Dia malas menyentuh jemarinya yang lain namun dia menusukkan duri itu dalam. Dia seolah lumpuh namun dia berpesta tiada henti.
Entah apakah dia memiliki rasa seperti yang ku rasa.
Ku selalu merasa aku yang salah dan dia selalu berpikir segala yang dia lakukan benar tanpa cela dan noda.
Masihkah rasa itu melekat pada dinding daging dan hati mu?
Manusiakah kamu?
Tentang rasa dan beribu tanya
Tentang hati dan berjuta sepi
Tentang cinta dan satu mimpi
Lambat laun waktu akan berhenti tepat saat akhir nanti
Dimana ku tak dapat lagi merasakan luka ku
Tak pernah mewujudkan satu mimpi ku untuk bersama mu
Tak mau mengakhiri rasa ini namun pasti akan berakhir dengan caranya sendiri
Dia tak pernah mau merasakan sakit namun dia membuat luka di dada. Dia tak pernah ingin mendengarkan embun yang jatuh kala subuh namun dia selalu tertawa. Dia enggan membuka kedua matanya namun dia selalu menulis tentang cinta. Dia malas menyentuh jemarinya yang lain namun dia menusukkan duri itu dalam. Dia seolah lumpuh namun dia berpesta tiada henti.
Entah apakah dia memiliki rasa seperti yang ku rasa.
Ku selalu merasa aku yang salah dan dia selalu berpikir segala yang dia lakukan benar tanpa cela dan noda.
Masihkah rasa itu melekat pada dinding daging dan hati mu?
Manusiakah kamu?
Tentang rasa dan beribu tanya
Tentang hati dan berjuta sepi
Tentang cinta dan satu mimpi
Lambat laun waktu akan berhenti tepat saat akhir nanti
Dimana ku tak dapat lagi merasakan luka ku
Tak pernah mewujudkan satu mimpi ku untuk bersama mu
Tak mau mengakhiri rasa ini namun pasti akan berakhir dengan caranya sendiri
The one that got away
Aku merasa pendekatan yang ada yang semestinya dekat kini menjadi sangat jauh. Berbanding terbalik tepatnya. Entah sebab muasal nya aku tak mengerti. Tidak ada pembicaraan namun semua tiba-tiba seakan dia perlahan menjauh dari pantai ku dan mungkin akan surut airnya hingga ke dasar. Dan akhirnya lenyap ditelan bumi.
Mengertikah kamu?
The one that got away
Masalah ini berakar hingga mengikat raga ku kuat. Terbelenggu hingga seperti keledai dungu. Melewati setiap hari tanpa mu bukan ingin ku. Sejenak ku rebahkan mata penuh air mata di atas sajadah lusuh yang selalu tumpah ruah akan kisahku.
Menyakitkan
Memang sungguh sakit. Terluka. Namun aku bisa apa? Untuk membuatmu bahagia saja tidak. Merengkuh arti dari setiap detik ke hari pun seakan enggan. Aku bukan mereka berpura-pura dalam keanggunan nya. Aku memiliki pribadi di alam sadar ku yang tak ingin sekalipun berpura-pura. Rasa sakit yang kudapat setelah apa yang kita lakukan bersama. Mengenang itu seperti aku tenggelam dalam kesepian yang tak berujung atau menelan sebuah pil kesedihan yang larut dalam kehidupanku.
Semua telah hancur lebur. Mataku sembab bekas air pilu dari memori seberkas kisah yang telah lalu. Kisah yang menurutku tak pantas untuk kuingat namun apalah daya aku hanya manusia biasa dan aku terlalu mudah larut dan tenggelam pada ke galau an hati. Rumit namun biarkanlah aku yang mengalah karena aku selalu kalah. Biarkan ku sendiri berdiri tanpamu. Walau aku tau aku takkan bisa melakukan itu. Namun aku akan menunggu hingga tiba hari dimana kita akan bertemu entah di penghakiman pada hari akhir nanti atau disaat engkau menikah nanti.
Mencintaimu.
Ya aku sungguh mencintaimu. Aku takkan mampu melukaimu. Aku takkan mau untuk membunuh cinta ini. Aku takkan bisa melupakan segala kenangan yang ada. Aku tak ingin yang lain cinta ini memilih mu. Cinta ku meluap dan semakin membesar padamu. Bahkan hingga di hari kamu membuat ku bersedih. Menjadikanku seperti tiada arti. Membuangku perlahan tapi pasti, enggan tapi akhirnya aku tersingkir jauh dari kehidupan ini.
Kebahagiaan itu bukan aku yang menciptakan nya. Tapi kita. Kita ciptakan bahagia kita. Kita ciptakan pelangi kehidupan kita. Kita ciptakan bintang yang menyinari kita. Kita bukan aku. Aku takkan bisa melakukan semuanya sendiri. Hanya denganmu lah aku tenang. Hanya dirimu mampu membuat hati nyaman. Hanya jiwamu yang bersedia membasuh luka masa lalu yang selalu menjadi mimpi buruk bagiku. Dan hanya cintamu yang selalu menguatkan ku.
Kau telah menggenggam hati ini erat.
Pelukmu adalah penawarku.
Ku takkan bisa melakukan semua tanpa dirimu disisiku. Ku takkan sanggup melewati waktu tanpamu. Akankah aku bisa menyentuhmu untuk yang kesekian kalinya? Kapankah hari itu? Izinkan aku menanti terjadinya hari itu ya Allah. Hati ini hanyalah milikmu sampai kapanpun tetap untukmu meski pilihan selalu ada namun takkan kulepas cinta ini. Walau harus menjadi penantian panjang biarlah waktuku habis dalam penantian ini. Tak banyak berharap dari penantian ini. Semoga aku hanya tak kembali sakit setelah sadar kau tak kunjung terlihat kembali. Aku tak pernah sekalipun menyesal telah jatuh hati.
Satu yang kuminta di awal Februari ini, aku hanya ingin bahagia bersamamu. Mengertimu. Dan mencintaimu.
Mengertikah kamu?
The one that got away
Masalah ini berakar hingga mengikat raga ku kuat. Terbelenggu hingga seperti keledai dungu. Melewati setiap hari tanpa mu bukan ingin ku. Sejenak ku rebahkan mata penuh air mata di atas sajadah lusuh yang selalu tumpah ruah akan kisahku.
Menyakitkan
Memang sungguh sakit. Terluka. Namun aku bisa apa? Untuk membuatmu bahagia saja tidak. Merengkuh arti dari setiap detik ke hari pun seakan enggan. Aku bukan mereka berpura-pura dalam keanggunan nya. Aku memiliki pribadi di alam sadar ku yang tak ingin sekalipun berpura-pura. Rasa sakit yang kudapat setelah apa yang kita lakukan bersama. Mengenang itu seperti aku tenggelam dalam kesepian yang tak berujung atau menelan sebuah pil kesedihan yang larut dalam kehidupanku.
Semua telah hancur lebur. Mataku sembab bekas air pilu dari memori seberkas kisah yang telah lalu. Kisah yang menurutku tak pantas untuk kuingat namun apalah daya aku hanya manusia biasa dan aku terlalu mudah larut dan tenggelam pada ke galau an hati. Rumit namun biarkanlah aku yang mengalah karena aku selalu kalah. Biarkan ku sendiri berdiri tanpamu. Walau aku tau aku takkan bisa melakukan itu. Namun aku akan menunggu hingga tiba hari dimana kita akan bertemu entah di penghakiman pada hari akhir nanti atau disaat engkau menikah nanti.
Mencintaimu.
Ya aku sungguh mencintaimu. Aku takkan mampu melukaimu. Aku takkan mau untuk membunuh cinta ini. Aku takkan bisa melupakan segala kenangan yang ada. Aku tak ingin yang lain cinta ini memilih mu. Cinta ku meluap dan semakin membesar padamu. Bahkan hingga di hari kamu membuat ku bersedih. Menjadikanku seperti tiada arti. Membuangku perlahan tapi pasti, enggan tapi akhirnya aku tersingkir jauh dari kehidupan ini.
Kebahagiaan itu bukan aku yang menciptakan nya. Tapi kita. Kita ciptakan bahagia kita. Kita ciptakan pelangi kehidupan kita. Kita ciptakan bintang yang menyinari kita. Kita bukan aku. Aku takkan bisa melakukan semuanya sendiri. Hanya denganmu lah aku tenang. Hanya dirimu mampu membuat hati nyaman. Hanya jiwamu yang bersedia membasuh luka masa lalu yang selalu menjadi mimpi buruk bagiku. Dan hanya cintamu yang selalu menguatkan ku.
Kau telah menggenggam hati ini erat.
Pelukmu adalah penawarku.
Ku takkan bisa melakukan semua tanpa dirimu disisiku. Ku takkan sanggup melewati waktu tanpamu. Akankah aku bisa menyentuhmu untuk yang kesekian kalinya? Kapankah hari itu? Izinkan aku menanti terjadinya hari itu ya Allah. Hati ini hanyalah milikmu sampai kapanpun tetap untukmu meski pilihan selalu ada namun takkan kulepas cinta ini. Walau harus menjadi penantian panjang biarlah waktuku habis dalam penantian ini. Tak banyak berharap dari penantian ini. Semoga aku hanya tak kembali sakit setelah sadar kau tak kunjung terlihat kembali. Aku tak pernah sekalipun menyesal telah jatuh hati.
Satu yang kuminta di awal Februari ini, aku hanya ingin bahagia bersamamu. Mengertimu. Dan mencintaimu.
Langganan:
Postingan (Atom)
